Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dan Bunga Melati (Jasminum sambac L.) Dengan Cera Alba Sebagai Basis

Isi Artikel Utama

Agustina Putri Pitarisa Sudarsono
Aulia Avida Ramanda

Abstrak

Aromaterapi adalah metode pengobatan alternatif yang menggunakan minyak atsiri mudah menguap untuk memberikan efek terapeutik seperti relaksasi dan meningkatkan sirkulasi darah. Minyak atsiri kulit jeruk nipis mengandung limonen sebagai repelen, sedangkan minyak atsiri bunga melati mengandung linalool yang menenangkan. Cera alba digunakan sebagai basis lilin untuk mendukung struktur dan kestabilan pembakaran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi minyak atsiri jeruk nipis dan melati dengan variasi konsentrasi cera alba terhadap sifat fisik dan penerimaan lilin aromaterapi. Lima formula lilin dibuat, F0 tanpa minyak atsiri sebagai kontrol, dan F1–F4 dengan variasi konsentrasi jeruk nipis (0,1–0,3%) dan melati (7–9%). Evaluasi meliputi uji organoleptis, titik leleh, waktu bakar, dan uji hedonik oleh panelis. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi minyak atsiri memengaruhi titik leleh, waktu bakar, dan aroma lilin. Formula F3 (jeruk nipis 0,2%, melati 7%, cera alba 82,8%) memenuhi standar fisik lilin aromaterapi dengan titik leleh rata-rata 57°C, waktu bakar 168,67 menit, dan paling disukai panelis. Analisis statistik menunjukkan data normal dan homogen, serta

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Sudarsono, A. P. P., & Ramanda, A. A. (2026). Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dan Bunga Melati (Jasminum sambac L.) Dengan Cera Alba Sebagai Basis. Jurnal Farmasi &Amp; Sains Indonesia, 8(2), 163–169. https://doi.org/10.52216/jfsi.vol8no2p163-169
Bagian
Articles